
TRANSMEDIARIAU.COM, Pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Partai Demokrat mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Dukungan Demokrat sangat berarti buat bakal capres-cawapres tersebut, karena akan menambah kekuatan politik pada pertarungan Pilpres mendatang. Oleh sebab itu, kubu Prabowo-Sandi memberikan dua posisi 'istimewa' untuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan AHY pada struktur pemenangan capres-cawapres pasangan tersebut. Berikut ulasannya: 1. SBY jadi tim penasihat Bakal calon presiden Prabowo Subianto menuturkan akan menempatkan SBY sebagai tim penasihat dirinya dengan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Posisi penasihat sangat pantas untuk SBY lantaran pernah menjabat sebagai presiden selama dua periode. "Saya kira beliau sebagai sesepuh, sebagai penasihat, senior ya (dalam tim pemenangan)," kata Prabowo beberapa waktu lalu. Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Putu Supadma Rudana mengatakan, SBY bersedia menjadi mentor Prabowo di Pilpres 2019. Menurutnya, Prabowo meminta SBY menjadi penasihat lantaran dinilai sebagai figur panutan. "Bapak Prabowo sendiri memohon, meminta Pak SBY untuk jadi mentornya," ujar Putu di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (31/7). 2. AHY Jadi Juru Kampanye Nasional Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah menunjuk Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi juru kampanye nasional (Jurkamnas) pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan AHY dipersiapkan menjadi jurkam nasional yang menargetkan kelompok muda hingga pelaku industri kreatif. "Pak AHY akan ditunggu kaum milenial karena kaum muda menentukan masa depan bangsa," beberapa waktu lalu. 3. Strategi menangkan Prabowo-Sandi Salah satu strategi Sandiaga untuk meraih pemilih ialah dengan mendekati kaum emak-emak atau ibu-ibu. Sandi kerap kali menyatakan akan mementingkan nasib emak-emak mengenai harga bahan pokok. Sebab menurutnya, yang selalu dikeluhkan emak-emak adalah harga bahan pokok. Strategi menggaet emak-emak pernah dilakukan saat Pilkada DKI 2017 lalu. Sehingga strategi ini akan kembali diterapkannya. "Ibu-ibu ini suaranya perlu kita dengar aspirasinya jadi kita angkat ini di level nasional dan internasional, mudah-mudahan menjadi pemikiran bersama kita," kata Sandiaga beberapa waktu lalu. Sumber: merdeka.com