
TRANSMEDIARIAU.COM, INHU — Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau, Rudi Walker Purba mengecam kasus pembacokan yang menimpa rekan sejawat, Ketua IWO Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan, Dirga. Ia meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku.
"Kami minta Polres Bantaeng segera mengamankan pelaku, tangkap pelaku dan tindak dengan tegas," kata Rudi di Rengat, Senin (25/5/26).
Rudi berharap kasus seperti itu ke depannya tidak terulang lagi. Kalaupun ada masalah sebaiknya didudukan dengan cara yang baik dan tidak perlu menggunakan kekerasan apalagi memakai Sajam.
Diketahui, Ketua IWOKabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan, Dirga, diduga menjadi korban pembacokan oleh seorang pria berinisial WH yang disebut merupakan tetangganya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (23/5/2026), sekitar pukul 14.00 WITA.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula saat WH diduga mendatangi rumah korban dalam kondisi emosi sambil berteriak dan mengeluarkan makian.
Menurut keterangan Sandi, ipar korban, saat itu Dirga tengah beristirahat di rumah ketika WH datang dan membuat keributan di depan rumah korban.
“Saya mendengar teriakan dan makian, karena rumah saya berdampingan dengan rumah Dirga, sehingga saya langsung turun melihat situasi,” ujar Sandi.
Sandi mengaku sempat menanyakan kepada korban terkait penyebab keributan tersebut, namun Dirga mengaku tidak mengetahui persoalan yang membuat WH datang dalam keadaan marah.
Beberapa saat kemudian, Sandi bersama Dirga mendatangi WH menggunakan sepeda motor untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut. Namun situasi justru memanas ketika keduanya tiba di sekitar lokasi rumah WH.
Menurut Sandi, saat Dirga turun dari sepeda motor, WH yang juga mengendarai motor diduga menabrak korban hingga terjatuh. Keributan pun tidak dapat dihindari.
Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berupaya melerai. Namun di tengah situasi itu, WH disebut masuk ke rumah dan mengambil parang.
“Saya lihat WH membawa parang dan mengayunkan parang ke arah Dirga sebanyak dua kali. Kalau tidak ditangkis, kemungkinan ibunya WH juga bisa terkena,” ungkap Sandi.
Akibat kejadian tersebut, Dirga mengalami luka dan mengeluarkan darah. Tak lama kemudian, personel Polres Bantaeng tiba di lokasi dan membawa kedua pihak ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi lengkap dan motif dari insiden tersebut.