
INHIL – Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0314/Inhil Mayor Inf Jakobus Hamonangan Haloho, menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (1/6/2026).
Upacara tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Inhil, Hj. Yuliantini, S.Sos., M.Si., selaku inspektur upacara dan dihadiri unsur Forkopimda Inhil, pimpinan OPD, TNI-Polri, ASN, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Inhil membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," demikian petikan sambutan yang dibacakan Wakil Bupati.
Pada peringatan tahun ini, tema yang diangkat adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjadi dasar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tetapi juga relevan sebagai landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Dalam sambutan itu juga ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun dan jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik internasional.
Indonesia, sebagai negara yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan ratusan suku bangsa, dinilai mampu menjadi contoh nyata bagi dunia tentang bagaimana keberagaman dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang kuat.
Selain itu, Indonesia juga terus menunjukkan kontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia melalui partisipasi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, kepala BPIP mengajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat persatuan, melawan berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.