Pemkab Inhil Gelar Apel Siaga Darurat Karhutla 2026, Bupati Tekankan Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Jumat, 22 Mei 2026

INHIL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Apel Siaga Darurat Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Inhil, Kamis (21/5/2026).

Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Inhil, H. Herman, SE., MT., didampingi Kapolres Inhil dan Dandim 0314/Inhil sebagai bentuk kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Inhil, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD dan badan di lingkungan Pemkab Inhil, Basarnas, para Danramil, Kapolsek, Manggala Agni, pimpinan perusahaan, serta sejumlah undangan lainnya.

Peserta apel terdiri dari personel Kodim 0314/Inhil, Polres Inhil, Satpol PP Inhil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Inhil, Tagana Dinas Sosial Inhil, Basarnas Inhil, Manggala Agni, serta perwakilan perusahaan.

Pelaksanaan apel siaga ini juga merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Riau Nomor: KPTS.102/II/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau Tahun 2026.

Dalam amanatnya, Bupati Inhil H. Herman menyampaikan bahwa Kabupaten Indragiri Hilir memiliki tingkat kerawanan Karhutla yang cukup tinggi akibat luasnya kawasan gambut, terutama saat musim kemarau. Kondisi tersebut, menurutnya, semakin diperparah dengan fenomena Super El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan ekstrem dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Wilayah Kabupaten Indragiri Hilir memiliki kawasan gambut yang luas sehingga sangat rentan terhadap kebakaran, terutama pada musim kemarau. Oleh karena itu, seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2023 terjadi kebakaran hutan dan lahan seluas 340,75 hektare dengan 692 titik api. Pada tahun 2024 angka tersebut menurun menjadi 254,3 hektare dengan 534 titik api, kemudian kembali turun pada tahun 2025 menjadi 166,6 hektare dengan 304 titik api.

Namun demikian, hingga Mei 2026 tercatat telah terjadi kebakaran seluas 179,4 hektare dengan 542 titik api di berbagai wilayah Kabupaten Inhil.

Bupati menegaskan bahwa Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga memengaruhi sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan, hingga transportasi. Karena itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama seluruh pihak.

“Diperlukan peningkatan patroli, deteksi dini, koordinasi antarinstansi, sosialisasi kepada masyarakat, serta kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan Karhutla,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Basarnas, pemerintah kecamatan dan desa, pihak perusahaan, relawan, hingga masyarakat.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat guna mencegah terjadinya bencana asap dan kebakaran hutan serta lahan di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Melalui kebersamaan, disiplin, dan komitmen yang kuat dari seluruh elemen masyarakat, kita dapat menjaga lingkungan dan meminimalisir risiko Karhutla di daerah ini,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bibit pohon serta penyerahan maklumat larangan Karhutla dari Forkopimda Provinsi Riau dan Kapolda Riau sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.