
TRANSMEDIARIAU.COM - Upaya mendukung kesejahteraan petani terus dilakukan jajaran Polsek Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Tidak hanya berfokus pada program ketahanan pangan nasional, bantuan bibit dan pupuk yang disalurkan juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Kapolsek Pelangiran, IPTU Iwan Saputra, S.H., M.H., menyerahkan bantuan berupa bibit jagung manis, kacang tanah, cabai serta pupuk kepada petani setempat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian yang produktif dan bernilai ekonomi. 15/06/26
Menurutnya, komoditas yang diberikan tidak hanya berpotensi mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani di tengah fluktuasi harga komoditas utama daerah (Kelapa).
“Bantuan ini diharapkan tidak hanya mendukung program ketahanan pangan nasional, tetapi juga memiliki nilai ekonomis yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat desa,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, pengembangan tanaman seperti jagung manis, kacang tanah dan cabai dapat menjadi alternatif usaha pertanian yang menjanjikan. Selain relatif mudah dibudidayakan, komoditas tersebut juga memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi.
Yang menarik, program ini tidak hanya menyasar lahan tidur, tetapi juga mendorong petani memanfaatkan lahan kosong di sela-sela kebun kelapa dengan sistem tumpang sari. Melalui pola tanam tersebut, petani dapat menanam jagung manis dan kacang tanah tanpa harus membuka lahan baru.
Menurut IPTU Iwan Saputra, pemanfaatan lahan sela kebun kelapa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menambah sumber penghasilan masyarakat.
“Dengan pengelolaan lahan yang baik, hasil panen dapat meningkat sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung ketersediaan pangan di Kabupaten Indragiri Hilir,” tambahnya.
Pola tumpang sari ini dinilai sangat cocok diterapkan di wilayah Pelangiran yang mayoritas memiliki perkebunan kelapa. Selain membuat lahan lebih produktif, petani juga dapat memperoleh penghasilan tambahan dari hasil panen jagung dan kacang tanah sambil menunggu masa panen kelapa.
Sementara itu, salah seorang petani penerima bantuan, Koko Wijarnarko, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kapolsek Pelangiran beserta jajaran yang telah memberikan perhatian kepada para petani.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi suntikan semangat bagi petani untuk lebih giat mengembangkan usaha pertanian dan memanfaatkan lahan yang tersedia.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolsek dan jajaran. Bantuan ini tentu menambah motivasi kami untuk lebih serius bertani dan meningkatkan hasil produksi,” katanya.
Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya sentra-sentra pertanian baru di wilayah Pelangiran. Dengan adanya pemanfaatan lahan sela kebun kelapa melalui sistem tumpang sari, masyarakat tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi memiliki berbagai sumber penghasilan yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan desa.