Mengabdi untuk Tanah Kelahiran: Kisah AKP Sunaryo, Putra Asli Pematang Reba yang Kini Jadi Kapolsek Rengat Barat

Sabtu, 12 September 2026

TRANSMEDIARIAU.COM, INHU - Dari Pematang Reba, langkah itu dimulai. 

Di sebuah desa yang tenang di jantung Kabupaten Indragiri Hulu, seorang anak tumbuh dengan mimpi sederhana: mengabdi untuk negeri.

Anak itu bernama Sunaryo. Ia menghabiskan masa kecilnya di jalanan Pematang Reba, duduk di bangku sekolah dasar, dan menyerap nilai-nilai kebersamaan masyarakat Riau yang hangat.

Puluhan tahun berselang, langkah pengabdian itu kini membawanya pulang. AKP Sunaryo, S.H., M.H, putra asli Pematang Reba, resmi dipercaya mengemban amanah sebagai PS. Kapolsek Rengat Barat Polres Indragiri Hulu Polda Riau terhitung mulai 5 September 2026.

Bagi Sunaryo, kembali bertugas di Indragiri Hulu bukan sekadar mutasi biasa. Ini adalah kepulangan. Kabupaten ini bukan hanya wilayah tugas, tetapi tempat ia dilahirkan, dibesarkan, dan dibentuk karakternya.

Sunaryo lahir di Pematang Reba, 21 Desember 1975. Dari sinilah semua cerita bermula.

Pendidikan dasarnya ia tempuh di SDN 048 Pematang Reba. Semangat belajarnya kemudian membawanya ke SMPN Pekan Heran, dan dilanjutkan di SMAN 3 Rengat. Tiga sekolah itu menjadi saksi bisu perjuangan seorang anak desa mengejar cita-cita.

Setelah lulus SMA, ia merantau ke Pekanbaru untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Kegigihannya berbuah. Ia menyelesaikan S1 di Universitas Lancang Kuning tahun 2014, dan tidak berhenti di situ. Ia kembali menempuh S2 di universitas yang sama dan lulus tahun 2017.

Namun gelar akademik saja tidak cukup membentuk seorang Bhayangkara. Jalan pengabdian Sunaryo ditempa di lapangan dengan keringat, disiplin, dan pengorbanan.

Selama kurang lebih 20 tahun, ia mengabdikan diri di Korps Brimob Polri. Dua dekade itu bukan waktu yang singkat. Di sana ia belajar tentang ketangguhan, kesiapsiagaan, loyalitas, dan keberanian menghadapi situasi paling berat.

Lingkungan Brimob membentuknya menjadi pribadi yang tegas namun humanis. Ia juga tercatat sebagai Alumni Dasba 6000 Nusantara, sebuah kebanggaan tersendiri yang menambah khazanah pengalaman taktis dan kepemimpinannya.

Pengalaman panjang di Brimob menjadi modal utama ketika ia mulai dipercaya menduduki jabatan-jabatan strategis, baik di bidang operasional maupun kewilayahan.

Tonggak penting kariernya terjadi pada 8 Juni 2017, saat ia dipercaya menjadi Kapolsek Siak Kecil Polres Bengkalis. Di sinilah ia pertama kali merasakan tanggung jawab memimpin sebuah kewilayahan.

Setelah itu, kariernya berbelok ke bidang reserse. Kemampuan analisis dan ketelitiannya diuji di Ditreskrimum Polda Riau.

Pada 7 Agustus 2020, ia dipercaya sebagai PS. Panit Subdit 3 Ditreskrimum Polda Riau. Setahun kemudian, tepatnya 13 April 2021, ia kembali mendapat kepercayaan di jabatan yang sama dengan tanggung jawab lebih besar.

Pengalamannya terus bertambah. Pada 28 Juni 2022, ia diamanahi sebagai Panit Subdit 4 Ditreskrimum Polda Riau. Di meja reserse, ia belajar membongkar kasus, menegakkan hukum, dan melindungi masyarakat dari kejahatan.

Roda penugasan kemudian membawanya kembali ke tanah kelahiran. Pada 27 Oktober 2023, ia dipercaya menjadi Kapolsek Kuala Cenaku Polres Indragiri Hulu. 

Di Kuala Cenaku, ia membangun sinergitas dengan pemerintah kecamatan, TNI, tokoh masyarakat, dan warga. Program kamtibmas berjalan baik, dan kepercayaan masyarakat mulai tumbuh.

Kinerjanya kembali dilirik pimpinan. Pada 5 April 2025, ia mendapat amanah baru sebagai PS. Kabagren Polres Indragiri Hulu. Di posisi perencanaan ini, ia belajar menyusun strategi organisasi secara makro.

Dan kini, lingkaran itu tertutup. Sejak 5 September 2026, ia resmi menjabat PS. Kapolsek Rengat Barat, menggantikan seniornya Kompol Amriadi, S.H. Kembali ke Inhu, kali ini di wilayah yang tidak jauh dari tempat ia tumbuh.

Di balik seragam dan pangkat, Sunaryo juga seorang kepala keluarga. Ia menikah dengan Petri Santi Novita, Amd. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai empat anak: Syntia Sunaryo, SH., M.Kn., Salwa Diva Sunaryo, SM, Satria Sunaryo, dan Sadewa Prabu Sunaryo. Keluarga menjadi benteng dan sumber semangatnya.

Kini, bekalnya lengkap. Pengalaman 20 tahun di Brimob, jam terbang sebagai Kapolsek di dua wilayah, pengalaman di Ditreskrimum, dan pemahaman tentang perencanaan organisasi, semua itu ia bawa ke Rengat Barat.

Rengat Barat hari ini butuh lebih dari sekadar penegak hukum. Masyarakat butuh polisi yang hadir, mendengar keluh kesah, merespons cepat, dan mampu menjadi cooling system di tengah dinamika sosial.

Sebagai putra daerah, tanggung jawab moral Sunaryo terasa lebih berat. Ada nama baik keluarga, ada kampung halaman, dan ada harapan masyarakat yang menanti.

"Setiap amanah jabatan merupakan bagian dari tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujar Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran, S.H. mewakili Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si.

Dari Pematang Reba perjalanan itu bermula. Kini, setelah melewati berbagai tempat penugasan, Putra Pematang Reba itu kembali.  

Bukan lagi sebagai anak sekolah yang membawa tas dan buku, melainkan sebagai seorang perwira Polri yang membawa amanah, seragam, dan tanggung jawab besar untuk menjaga tanah yang membesarkannya.