Antisipasi Krisis Air Bersih, Forkopimcam Selayar dan Warga Lanjutkan Gotong Royong Bersihkan Sumur di Tanjung Dua.

Senin, 26 Oktober 2026

TRANSMEDIARIAU.COM, LINGGA – Menghadapi krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Selayar bersama Pemerintah Desa Selayar dan masyarakat Kampung Tanjung Dua kembali melaksanakan kegiatan gotong royong (goro) untuk melanjutkan pembersihan sumur, Senin (26/10/2026).

Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk mengantisipasi kesulitan air bersih yang dialami masyarakat Kampung Tanjung Dua, khususnya warga Dusun I, Desa Selayar, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga.

Krisis air bersih tersebut terjadi akibat cuaca panas yang berkepanjangan sehingga sejumlah sumber air di wilayah itu mengalami kekeringan. Sebagai langkah awal untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Desa Selayar bersama masyarakat sebelumnya telah melaksanakan gotong royong menggali sumur pada Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut juga telah diberitakan oleh Transmediariau.com dengan judul “Kemarau Berkepanjangan, Warga Tanjung Dua Krisis Air Bersih, Pemdes Selayar Gali Sumur”.

Pada kegiatan lanjutan kali ini, gotong royong melibatkan unsur Forkopimcam Selayar, Pemerintah Desa Selayar, serta masyarakat setempat. Warga tampak antusias berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, mulai dari penyeminan area sumur, menguras air hingga membersihkan area di sekitar sumur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Selayar, H. Abdul Kamar, Kepala Desa Selayar, Miskar Hidayat, Kapolsubsektor Penuba, AIPTU Andi Saputra. Serta Babinkamtibmas desa pantai harapan dan Babinkamtibmas desa penuba.

Kegiatan gotong royong ini menjadi bentuk kepedulian dan kerja sama antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan ketersediaan air bersih.

Melalui upaya bersama tersebut, diharapkan sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Kampung Tanjung Dua di tengah kondisi kemarau berkepanjangan.

Setelah proses pengurasan dan pembersihan sumur selesai, masyarakat diharapkan bersabar menunggu sekitar satu hingga dua hari agar air di dalam sumur kembali jernih dan dapat digunakan. Waktu tersebut diharapkan dapat membantu proses pengendapan kotoran sehingga air menjadi lebih bersih. (Yar)