Pilihan +INDEKS
Geledah 6 Tempat dan Periksa 76 Saksi, KPK Tahan Lukas Enembe 20 Pertama
Transmediariau.com, Jakarta – Tersangka kasus tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji dan Gratifikasi terkait proyek pembangunan infrastruktur di provinsi Papua, Lukas Enembe (LE) saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tim Penyidik KPK akan menahan LE untuk 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 11 Januari 2023 sampai dengan 30 Januari 2023 di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.
Ketua KPK Firli Bahuri menyebut LE saat ini masih menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto karena yang bersangkutan sebelumnya diduga sedang sakit.
Dari pemeriksaan fisik tanda vital, laboratorium dan jantung yang kemudian pendapat dari Dokter menyimpulkan bahwa Tersangka LE diperlukan perawatan sementara di RSPAD.
“Sejak hari ini sampai dengan kondisi membaik sesuai dengan pertimbangan Tim Dokter,” kata Firli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/1).
Firli mengatakan, dalam proses pemeriksaan kesehatan ini, LE ditangani langsung oleh Tim Dokter dengan pendampingan Tim Penyidik dan Dokter KPK.
Firli juga menyampaikan bahwa selama proses penangkapan, LE dinilai tidak kooperatif.
Diketahui, LE diduga ikut terlibat hingga berperan aktif dalam beberapa kegiatan pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUTR Pemprov Papua dengan memenangkan perusahaan tertentu di antaranya perusahaan milik Tersangka RL (Rijatono Lakka), yaitu PT TBP untuk mengerjakan proyek multi years.
Agar dimenangkan, Tersangka RL diduga melakukan komunikasi, pertemuan hingga memberikan sejumlah uang sebelum proses pelelangan berlangsung.
Adapun pihak-pihak yang ditemui Tersangka RL diantaranya adalah Tersangka LE dan beberapa pejabat di Pemprov Papua.
Sebelum maupun setelah terpilih untuk mengerjakan proyek dimaksud, Tersangka LE diduga menerima uang dari Tersangka RL sebesar Rp 1 Miliar.
Tersangka LE diduga juga telah menerima pemberian lain sebagai gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya yang berdasarkan bukti permulaan sejauh ini berjumlah sekitar Rp10 Miliar.
Hingga sekarang Tim Penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi 76 orang, penggeledahan di 6 tempat di daerah papua, jakarta, sukabumi, bogor, tangerang, batam dan melakukan penyitaan aset antara lain berupa emas batangan, perhiasan emas dan kendaraan mewah dengan nilai sekitar Rp4,5 Miliar.
KPK juga telah memblokir rekening dengan nilai sekitar Rp76.2 Miliar.
Tersangka disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 dan pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(*)
Berita Lainnya +INDEKS
Team Opsnal Polsek Pinggir Amankan Pelaku Asusila Terhadap Anak Dibawah Umur
PINGGIR, TRANSMEDIARIAU. COM — Polsek Pinggir berhasil mengungkap kasus.
Simpan 22 Paket Sabu Dikantong Celana, Warga Jalan Elak Pasir Penyu Dibekuk Polisi
TRANSMEDIARIAU.COM, INHU - Seorang pria berinisial GM alias Girang, warga Kecama.
Karhutla Dihentikan, Pelaku Ditindak", Tegas KAROOPS Polda Riau dan Asops Kodam Tuanku Tambusai
BENGKALIS, TRANSMEDIARIAU. COM - Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Riau.
9 Paket Sabu Diamankan, Dua Orang Pria di Mandau Dibekuk Polsek Mandau
BENGKALIS, TRANSMEDIARIAU. COM – Tim Opsnal Reskrim Polsek Mandau berha.
Polisi Bengkalis Amankan Mobil Avanza Berisi Ekstasi, Satu Orang Jadi Tersangka
BENGKALIS, TRANSMEDIARIAU. COM – Jajaran Polsek Siak Kecil berhasil men.
Biadab! Aksi Bejat Ayah Tiri Cabuli Anak Tirinya Berhasil Diamankan Tim Opsnal Polsek Mandau
BENGKALIS, TRANSMEDIARIAU. COM - Jajaran Polsek Mandau berhasil me.







