Pilihan +INDEKS
Kecendrungan Perilaku Keuangan di Era Modern: Gaji Cepat Habis dan Gaya Hidup Konsumtif
TRANSMEDIARIAU.COM - Perilaku keuangan masyarakat saat ini menunjukkan kecendrungan yang menarik untuk diamati, terutama fenomena “gaji cepat habis” yang sering dialami banyak pekerja dan generasi muda. Meskipun pendapatan sebagian orang meningkat, kondisi keuangan tetap terasa sempit karena pengeluaran yang tidak terkontrol dan kurangnya perencanaan.
Salah satu penyebab utama adalah perubahan gaya hidup. Aktivitas seperti nongkrong, belanja online, membeli barang mengikuti tren, hingga berlangganan layanan digital sering dianggap kebutuhan rutin. Padahal, pengeluaran tersebut banyak yang bersifat keinginan dan jika dilakukan terus-menerus dapat menguras pemasukan tanpa disadari.
Selain itu, banyak individu belum terbiasa menyusun anggaran dan mencatat pengeluaran. Tanpa perencanaan yang jelas, pengeluaran cenderung “bocor” pada hal-hal kecil yang berulang. Dalam manajemen keuangan, anggaran menjadi alat penting untuk menentukan prioritas dan menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.
Kecendrungan lainnya adalah meningkatnya penggunaan utang konsumtif, seperti cicilan barang, kartu kredit, hingga paylater. Kemudahan akses membuat banyak orang mengambil keputusan keuangan tanpa mempertimbangkan kemampuan bayar. Jika tidak dikendalikan, utang dapat menjadi beban jangka panjang dan mengganggu stabilitas finansial.
Media sosial juga ikut memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Standar hidup yang terlihat di internet sering mendorong individu membandingkan diri dan merasa perlu mengikuti gaya hidup tertentu. Tekanan sosial ini membuat keputusan keuangan menjadi emosional, bukan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan.
Untuk membangun perilaku keuangan yang lebih sehat, masyarakat perlu meningkatkan disiplin dalam mengelola uang. Mulai dari membuat anggaran, mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengurangi utang konsumtif. Dengan kebiasaan keuangan yang lebih terarah, kestabilan finansial akan lebih mudah dicapai meskipun tantangan gaya hidup modern terus berkembang.
Penulis:
Riandy Harvian, Mahasiswa Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana, Universitas Lancang Kuning
Berita Lainnya +INDEKS
Pajak Pohon Sawit: Krisis Arah Kebijakan, Menyasar Korporasi atau Petani?
TRANSMEDIARIAU.COM - Wacana Pansus DPRD Riau untuk mengenakan pajak terhadap poh.
Penunjukan Sekretaris DPRD Inhil: Ujian Profesionalisme dan Tata Kelola Baru
TRANSMEDIARIAU.COM - Kemarin, (24/12) , Sebelas orang pejabat aparatur sipil neg.
Nyanyian Sepi Dusun Raja Bujang Sungai Empat
TRANSMEDIARIAU.COM - Di peta Kabupaten Indragiri Hilir, Dusun Raja Bujang mungki.
Berbagi Peran: Harmoni Kepemimpinan Herman–Yuliantini
TRANSMEDIARIAU.COM - Dalam dinamika pemerintahan daerah, hubungan antara bupati .
Harmoni Kelembagaan, Kunci Membangun Kabupaten Indragiri Hilir
TRANSMEDIARIAU.COM - .
Mengurai Kisruh Pinjaman Inhil: Kolaborasi Lebih Penting daripada Polemik
TRANSMEDIARIAU.COM - Rencana Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengaj.



.jpeg)



