Pilihan +INDEKS
21 Jemaat GPdI di Inhu Diduga Keracunan Sate, Dinkes Turun Ambil Sampel
TRANSMEDIARIAU.COM, INHU – Sebanyak 21 jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Elshaddai Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, tumbang diduga akibat keracunan massal, Rabu malam (21/10/2026).
Para korban diduga keracunan usai menyantap sate yang dipesan dari Warung Sate Ajo di Jalan Seminai, Pematang Reba, untuk acara ibadah keluarga Rayon 3.
Hingga Kamis (22/10/2026) malam, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Indrasari Rengat dan Klinik Muizzah Pematang Reba. Sebagian lagi menjalani rawat jalan karena ruangan tidak mencukupi.
Tuan rumah berinisial M.S. yang memesan 25 bungkus sate untuk acara tersebut membenarkan, keluhan mulai berdatangan sekitar pukul 22.30 WIB usai ibadah selesai.
"Saya pesan 25 bungkus untuk acara ito. Setelah selesai acara sekitar pukul 22.30 WIB sudah ada beberapa jemaat yang nelpon saya menyatakan mereka merasakan mual-mual, pusing dan sakit perut," ungkap M.S.
Salah satu korban, S.P. Simatupang yang dirawat di Klinik Muizzah, menyebut semua jemaat yang memakan sate tersebut mengalami gejala serupa.
"Semua kami yang ikut ibadah rayon yang makan sate tersebut semua kena keracunan dan semua dirawat," ujarnya.
Gejala memuncak sekitar pukul 23.00 WIB. Korban lainnya, Nainggolan yang dirawat di RSUD Indrasari, mengaku satu keluarganya yang berjumlah lima orang mengalami mual hebat, mencret, dan pusing.
"Setelah pulang ibadah rayon, sekitar pukul 23.00 WIB kami sekeluarga berlima merasakan mual yang sangat hebat, lalu mencret dan pusing," katanya.
Dugaan keracunan dari sate tersebut semakin kuat setelah dua anak yang tidak ikut ibadah juga menjadi korban. Heppi Manurung mengaku dua anaknya ikut keracunan setelah memakan sate yang dibawanya pulang.
"Dua orang anak saya yang tidak ikut ibadah juga kena keracunan, karena saya bawa dua bungkus untuk anak saya di rumah. Anak saya juga merasakan sakit perut hebat dan muntah-muntah hingga dilarikan ke RS Indrasari," ujar Heppi.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhu dikabarkan telah turun ke lapangan untuk mengambil data pasien dan sampel makanan di RSUD Indrasari maupun Klinik Muizzah. Kasus tersebut juga disebut telah dikoordinasikan kepada pihak kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan maupun pihak Warung Sate Ajo terkait dugaan keracunan massal tersebut.
Berita Lainnya +INDEKS
Lakalantas di Peranap, Tabrak Dump Truk 2 Pelajar Meninggal Dunia
TRANSMEDIARIAU.COM, INHU – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang melibatkan.
Warga Pantai Solop Kecewa, Imbauan Pemerintah yang Berlebihan, Dinilai Picu Anjloknya Kunjungan Wisata
TRANSMEDIARIAU.COM – Masyarakat Pantai Solop, Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mand.
Pengendara Motor Tewas, Jalan Berlubang di Hangtuah Diduga Menjadi Pemicu Laka Maut
DURI, TRANSMEDIARIAU. COM - Tragis!!! Kecelakaan Lalu Lintas terjadi di j.
Ketua KTS Bente Luruskan Informasi, Tegaskan Proses Kesepakatan Sedang Berjalan
TRANSMEDIARIAU.COM - Warga Desa Bente yang terdampak akibat aktivitas replanting.





